Kamis, 28 Oktober 2010

Dampak Negatif sinyal Wi-fi bagi tubuh kita

Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Memang enak ya kalau kitaberada di lingkungan yang ada wi-fi nya. Tapi selidik punya selidik siyal wi-fi berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu?


http://www.artikelbebasku.co.cc/

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: "Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

"Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama."

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

http://www.artikelbebasku.co.cc/

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

"Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave."

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

"Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: "Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

"Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh," tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.

Sumber :
www.artikelbebasku.co.cc

Selasa, 26 Oktober 2010

Bagaimana nasib bangsa ini dimasa yang akan datang ?

Indonesia oh indonesiaku............

begitu banyak bencana yang terjadi pada bangsa ini, dari sabang sampai ujung merauke...

baru-baru ini kembali terjadi musibah di tiga tempat yang berbeda,Tsunami melanda pantai barat Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin malam, (25/10),Sebanyak 10 desa tersapu bencana tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai. Berdasarkan informasi yang dihimpun tvOne, 10 desa itu berada di tiga kecamatan yakni kecamatan Sikakap, Sipora, Pagai Selatan. 23 orang tewas, dan 103 orang dinyatakan hilang.diperkirakan masih akan bertambah...karena tim evakuasi masih melakukan tugas..

Gunung Merapi di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meletus Letusan terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan.Hujan abu dari puncak Merapi menyebar hingga mencapai radius delapan kilometer bahkan Sleman di Yogyakarta. Warga di Sleman mulai merasakan hawa panas dan kesulitan bernapas. Dengan kondisi seperti ini, seluruh warga di lereng Merapi dievakuasi ke posko-posko pengungsian. Belum diketahui adanya korban dalam peristiwa ini.

banjir yang merendam sejumlah titik di Jakarta diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi. Drainase kota tak mampu mengatasi jumlah air yang melebihi ambang toleransi kemampuan saluran..

itulah ketiga peristiwa yang paling sering muncul di media massa dalam beberapa minggu terakhir,belum lagi kekisruhan yang terjadi dalam dunia perpolitikan di negeri ini...

sebenarnya ada apa dengan bangsa ini., apanya yang salah?
marilah kita sejenak merenung...... merenungkan semua peristiwa itu memang tidak menyelesaikan masalah,butuh tindakan nyata entah kita mau menjadi relawan ataupun pendonor sumbangan. tapi dengan merenungkan diri pribadi,kita dapat mengintrospeksi diri .
mungkin kita sudah jauh dari Tuhan, banyak tindakan baik lewat pikiran,perkataan,dan perbuatan kita yang menyakiti hati Tuhan...banyak oknum yang tidak bertangggung jawab,melakukan korupsi,pembalakan liar,mengeksploitasi sumber daya alam tanpa ada pemulihan kembali..

saat ini mari kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,dan juga buat bangsa dan negara kita INDONESIA agar dapat dipulihkan ..

Sadar....sadar lah bangsaku...perbuatan kita akan di pertanggungjawabkan kepadaNYA..


kapan Bangsa ini akan sejahtera dan maju, semua tergantung pribadi kita masing-masing..

GOD Bless our nation....

My Lovely Family

Senin, 25 Oktober 2010

Tugas KU


 Enriko K. Walewangko / 070213008



    “ manajemen industri yang akan dibekali untuk keterampilan kewirausahaan"

     Sekolah, kuliah, melamar pekerjaan, adalah pola konvensional yang
menjadi kebiasaan bagi hampir setiap orang sebelum ia memasuki dunia
kerja. Di antara ratusan ribu atau bahkan jutaan pencari kerja tersebut,
akhirnya yang lolos dan mendapatkan pekerjaan sesuai yang diharapkan,
barangkali tidak lebih dari 20%. Kalau begitu sisanya yang 80% ke mana
mereka kemudian? Menganggur, menunggu panggilan dari lamaran
berikutnya yang serba tidak jelas, kursus, sekolah lagi, kuliah lagi, atau
barangkali bagi yang frustrasi ada yang memilih menjadi pengamen,
dan penyakit masyarakat yang lain.
        Pilihan menjadi wirausaha, sesungguhnya merupakan salah satu
alternatif yang paling menjanjikan untuk kehidupan yang akan datang.
Sayangnya pilihan menjadi wirausaha ini belum begitu banyak tumbuh di
kalangan generasi muda kita. Untuk itu pelatihan kewirausahaan bagi
generasi muda harus terus menerus dilakukan oleh siapapun yang peduli
terhadap kesejahteraan masyarakat untuk melahirkan sebanyak-banyaknya
calon wirausaha baru. .

  Tujuan Kewirausahaan:
           •Meningkatkan Jumlah wirausaha yang berkualitas
            •Menyadarkan masyarakat atau memberikan kesadaran berwirausaha yang                  tangguh dan kuat terhadap masyarakat
           •Menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
            •Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat
     
 Manfaat Kewirausahan:
          •Menambah daya tampung tenaga kerja
          •Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahteraan.
          •Memberi contoh bagaimana bekerja keras, tekun dan memeiliki pribadi unggul yang patut diteladani
          •Mendidik karyawan jadi orang mandiri, disiplin tekun, jujur dalam menghadapi pekerjaan
          •Mendidik masyarakat hidup efisien dan sederhana
Yang harus dibekali untuk ketrampilan kewirausahaan adalah:
          a. Sikap dan Perilaku Disiplin
               Sikap dan perilaku disiplin merupakan modal dasar untuk keberhasilan                           seseorang di dalam berwirausaha.  Menurut Murphy dan Peck, bahwa guna mencapai sukses dalam karir seseorang harus dimulai dengan kerja keras, penampilan yang baik, keyakinan diri ,membuat keputusan, pendidikan, dorongan ambisi dan pintar berkomunikasi.
          b. Komitmen Tinggi
               Seorang wirausaha harus memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya .Artinya seorang wirausaha itu setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaannya atau bisnisnya.
          c. Jujur
                Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu         sebagaimana adanya.

Akibat yang di terima kalau orang tidak jujur di dalam berwirausaha:
1. Tidak dipercaya masyarakat konsumen
2. Menjadi rendah diri dan rasa malu
3. Mudah tersinggung atau emosi
4. Cepat iri dan dengki
5. Suka dendam
6. Prasangka buruk dan dusta
7. Tidak punya teman
8. Kehancuran dalam usahanya

Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh wirausaha adalah:
     1. Percaya Diri
Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan
rokhaninya. Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif, dan kritis, emosionalnya stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam.
    2. Berorientasi pada tugas dan hasil
Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita berusaha menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan adalah halal.

  3. Pengambilan Resiko
Wirausaha penuh resiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan.
  4. Kepemimpinan
Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia harus bersifat
responsive.
  5. Keorisinilan
Yang dimaksud orisinal di sini ialah I tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi
memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Orisinil tidak berarti baru sama sekali, tetapi produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru atau reintegrasi dari komponen – komponen yang sudah ada, sehingga melahirkan sesuatu yang baru.
  6. Berorientasi ke masa depan
Untuk menghadapi pandangan jauh ke depan, seorang wirausaha akan menyusun
perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah – langkah yang kan
dilaksanakan.
  7. Kreativitas
Menurut Conny Setiawan (1984:8), kreativitas diartikan sebaga kemampuan untuk
menciptakan suatu produk baru. Produk baru artinya tidak perlu seluruhnya baru, tapi dapat merupakan bagian – bagian produk saja.
Contoh: Seorang wirausaha membuat berbagai kreasi dalam kegiatan usahanya, seperti susunan barang, pengaturan rak pajangan, menyebarkan brosur promosi dsb. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi – kombinasi baru atau melihat hubungan – hubungan baru antara unsure, data, variable; yang sudah ada
sebelumnya.

Kerja keras merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang, Kita harus memiliki keyakinan diri, bahwa kita akan sukses melakukan suatu usaha,
jangan ragu dan bimbang….


Minggu, 24 Oktober 2010

Tanggapan Mengenai e-bisnis

e-bisnis

 

070213008


"Bisnis online menjual Informasi adalah bisnis menjual sampah". Sekiranya itulah kalimat yang pernah saya lihat di beberapa forum dan blog.
Memang setiap orang menanggapi metode bisnis menjual informasi ini dengan cara yang berbeda. Ada yang pro dan ada juga yang kontra. Mereka yang kontra menganggap bisnis menjual informasi hanya mengandalkan sistem penjualan. Karena kebanyakan para penjual memang menggunakan sistem reseller untuk penjualan produk mereka. Dan sistem inilah sebenarnya yang mendatangkan uang, bukan produk utamanya.
Bisnis menjual informasi menurut penulis sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Demikian juga bisnis menjual informasi dengan sistem reseller yang kebanyakan dilakukan oleh orang-orang.
Sebut saja formulabisnis, uangpanas, rahasiabento, bikinduit, dan masih banyak lagi lainnya. Produk informasi seperti itu layak untuk dijual kepada market yang tepat yakni para pemula atau newbie. Walaupun ada beberapa produk yang isinya memang informasi sampah atau informasi yang tidak bermutu menurut objektif penulis.
Pada dasarnya ada dua jenis kelompok yang menanggapi sebuah informasi. Yang pertama adalah kelompok yang telah mengetahui dan menguasai suatu objek informasinya, dan yang kedua adalah kelompok orang yang tidak atau belum mengetahui objek informasi tersebut.
Misalnya saja informasi mengenai cara mencari uang di internet. Ada satu kelompok yang sudah mengetahui informasi mengenai cara mencari uang di internet . Dan ada juga kelompok yang belum mengetahui atau sama sekali tidak megetahui cara mencari uang di internet.
Nah disinilah sumber konflik yang terjadi selama ini. Kelompok yang pertama ( kelompok yang sudah mengetahui objek informasi ) inilah yang akan menganggap produk informasi tentang cara mencari uang di internet itu adalah hal biasa, tidak patut dijual, atau bahkan seperti yang penulis sebutkan tadi, sampah.
Tapi sebenarnya dilain pihak ada sebuah kelompok yang sangat membutuhkan informasi mengenai cara mencari uang di internet karena mereka belum tahu objek informasi ini dan tentu mereka akan menganggap hal ini adalah suatu hal yang luarbiasa menurut mereka.
Kelompok yang telah mengetahui objek produk informasi yang ditawarkan kepada mereka ( atau yang gradenya lebih tinggi ) seharusnya tidak mencemooh atau menjelek-jelekan produk informasi tersebut . Karena meskipun mereka tidak membutuhkan informasi itu tapi dilain pihak ada sekelompok orang yang sangat membutuhkan informasi tersebut.
Mereka boleh saja merasa "bisa" dan menganggap enteng informasi tersebut.
Hal ini dapat dianalogikan dengan misalnya seorang penjual buku Matematika untuk Sekolah Dasar (SD). Kemudian penjual itu menawarkan buku yang dijualnya kepada sekelompok mahasiswa dan sekelompok siswa Sekolah Dasar. Tentu si kelompok mahasiswa dalam hati mereka akan tertawa melihat buku itu karena objek informasi yang dibahas didalamnya sudah tidak asing lagi bagi mereka.
Tapi bagaimana dengan sekelompok siswa Sekolah Dasar (SD) ? Pasti mereka akan antusias menanggapi buku yang dijual tersebut. Dan mereka pun akan membelinya.
Tidak mungkin sekelompok mahasiswa tadi akan menertawakan si penjual buku matematika SD tadi. Karena mungkin itulah sumber penghidupan bagi dirinya. Dan sangat tidak mungkin pula kelompok mahasisiwa tadi melarang si penjual untuk berjualan lagi atau melarang peredaran buku Matematika SD yang notabene "sampah" bagi mereka, karena masih banyak siswa yang gradenya lebih rendah dari mereka yang membutuhkan informasi yang ada dalam buku tersebut.
Dan adapun hasil dari proses pembelajaran pada setiap orang pun pasti akan berbeda beda. Kelompok siswa Sekolah Dasar (SD) itu mungkin ada yang langsung bisa menguasai materi yang diajarkan dalam buku matematika tersebut dan ada pula yang kurang bisa memahami penjelasan dari buku tersebut. Itu adalah hal biasa yang terjadi di sekitar kita, begitu juga di dunia bisnis internet.
Nah seperti itulah seharusnya "wajah" bisnis internet di Indonesia ini. Setiap kelompok seharusnya tidak saling menjelek-jelekan satu sama lain, dan juga kelompok yang merasa sudah "pintar" seharusnya tidak merasa sombong dan juga harus menghargai produk informasi yang telah dibuat oleh orang lain.
Kalaulah informasi yang dijual itu benar-benar "sampah" maka pada akhirnya akan berakibat buruk pada si penjual itu sendiri. Konsumenlah yang berhak menentukan dan menilai apakah informasi yang diberikan benar-benar bermanfaat atau tidak.
Mari kita belajar menghargai orang lain dengan cara menghargai karya orang lain..

Enriko Walewangko 070213008

Motivasi

SAYA DAPAT MENERIMA KEGAGALAN, TAPI SAYA TIDAK DAPAT MENERIMA JIKA SAYA BELUM MENCOBA.....

BAGAIMANA SUPAYA PRODUKTIF MENULIS

Bagaimana cara belajar menulis dan panduan supaya Produktif Menulis baik menulis posting di blog atau artikel opini (op-ed) untuk dikirim ke media cetak (koran, tabloid, majalah).
A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always “too busy” to do what is necessary.
Salah satu komentar di blog ini memberi apresiasi pada saya karena dia menganggap saya sangat produktif menulis. Terus terang saya malu dengan pujian itu. Jujur, saya tidak produktif. Sampai saat ini, sejumlah buku yang sedang saya garap masih tergeletak dalam bentuk draft dan semuanya masih setengah jadi. Tak ada satupun buku yang terbit dari tangan saya.
Update: 17 Juli 2010. Alhamdulillah saat ini saya sudah berhasil menulis 4 (empat) buah buku dan sedang menyusun buku kelima.

Memang, kalau mau cepat, saya bisa menerbitkan antologi tulisan-tulisan artikel opini di sejumlah media jadi buku. Tapi saya ingin buku perdana saya adalah karya yang memang sengaja ditulis utuh untuk buku. Saat ini saya sedang memotivasi diri sendiri untuk fokus dalam satu karya saja sampai selesai sebagai trigger untuk karya-karya selanjutnya.
Alasan umumnya orang ketika ditanya mengapa belum menulis buku biasanya klasik, “Saya sibuk. Tak ada waktu.” Saya tidak mau terperangkap dalam apologi orang kalah seperti itu. Alasan semacam ini hanya akan membunuh spirit saya. Dalam pengantar ensiklopedi The Encyclopaedia of Modern Muslim World (4 Volume, diterbitkan Oxford University Press), John Esposito, editor ensiklopedi tersebut mengatakan,
The busiest is the most productive one."
Orang paling sibuk adalah orang yang paling produktif.
Itu kata-kata hebat. Sangat lugas dan tepat. Intinya, kalau Anda bilang, “Saya sibuk,” sebagai alasan ketidakproduktifan Anda, pada hakikatnya adalah Anda sama sekali tidak sibuk. Anda pemalas atau minimal Anda tidak bisa mengatur waktu secara efektif dan efisien plus lemah kemauan. Lebih parah lagi, hal itu dibungkus dengan banyak alasan apologetik.
Jadi, tahap pertama menuju produktif adalah merubah paradigma “sibuk” dan mengakui kesalahan. Tidak mau mengakui kelemahan dan kesalahan sendiri adalah kesalahan terbesar.
Kedua, mulai mengoreksi kesalahan yang menjadi penyebab ketidakproduktifan kita.
Ketiga, apabila poin satu dan dua sudah teratasi, mulai fokus menulis. Ok, bagi yang baru di dunia tulis menulis, Anda dapat memulainya dengan rajin menulis setiap hari di blog masing-masing–bahasa Indonesia atau Inggris sama saja; bagi yang sudah sampai tahap ini, mulailah rajin mengirim tulisan ke media cetak atau online; dan yang sudah merasa “lulus” tahap ini, mulailah memikirkan untuk menulis buku.
Saat ini saya sedang mengoreksi sejumlah kesalahan saya yang membuat saya belum berhasil menulis buku. Bagaimana dengan Anda?
Intinya, kalau kita ingin produktif, jangan pernah merasa puas. Sebab, kata guru SD saya dulu, “barang siapa merasa puas, maka sampai di situlah pencapaian kita terbatas.”

oleh: Fatih Syuhud